"Inspirasi SeBening Embun"
  • Home
tak ada satu insanpun dibumi ini sekalipun memag salah, namun tetap saja sifat pembelaan bahkan pembenaran itu selalu diupayakan hanya saja cara setiap masing-masing orang berbeda satu sama lain.

sejatinya tak ada makhluk yang diciptakan dengan sia-sia. begitupun kita secara individu. ya... kita sejatinya makhluk yang diciptakan untuk sebaik-baik memberi manfaat kepada semua makhluk Yang Maha Pencipta lainnya.

adakalanya kita terjatuh, jatuh yang tanpa seorangpun disekitar kita yang mengetahui , maka jangan salahkan jika mereka terkesan tak peduli. karena boleh jadi kita juga berjuang menyembunyikannya.

luka itu pasti ada.... kita bukan tercipta untuk tumbuh kokoh taanpa goresan fisik maupun batin.

saat terjatuh,,,, saat sendiri....
yang terasa ialah terasing dalam keramaian
sepi di kerumunan masa
ya.... suatu rasa yang disebabkan kita tidak mengenal sekitar dan sekitar kitapun tak mengenali kita

kita.... bukan makhluk sempurna.
tak ada manusia yang sempurna, maka jangan khawatir saat fisikmu pas-pasan karena yang sempurna fisik pasti punya sisi kekurangan yang mungkin tak bisa kita ketahui.

namun yang kita harus fahami...
banyaknya makhluk di jagad raya ini....
memberikan kesadaran bahwa sejatinya kita...
laksana butiran debu ... yang jika sendiri tentu saja tak kan bisa diketahui mata. meski mampu membuat mata menangis karena kena debu. namun orang tidak akan bilang karena terkena sebutir debu. ia tak terlihat.

kita laksana buih dilautan lepas ....
tak berarti... namun sesuatu yang tak berarti tanpa disadari bisa menghanyutkan... ya menghanyutkan yang kita lewati.

daun yang gugur pun seperti tak berarti ...
terbawa angin kesana kemari...
tapi ... jangan menyerah
daun yang gugur masih punya fungsi menyuburkan bumi

jangan bersedih jika diibaratkan sebutir debu.. karena ia mampu menyebabkan air mata.
jangan bersedih jika diibaratkan buih dilautan....karena ia mampu menghanyutkan benda disekitarnya
jangan bersedih jika diibaratkan daun yang gugur ... karena ia masih mampu menyuburkan bumi.

mari memotivasi diri sekecil apapun yang mampu kita lakukan untuk menjadi sebaik-baik manfaat.
karena tak ada yang tercipta sia-sia


hemmm
tahu apa kamu soal rindu....
bukannya kamu hanya tahu lembar demi lembar
deret demi deret kata yang terjajar rapi berparagrap dalam setiap buku buku mu dari yang tebal bak bantal hingga yang tipis bagai tak berlembar.

tahu apa kamu tentang rindu
jika hatimu saja sedemikian beku
dingin
bagai tak tersapa sinar mentari
seperti malam yang tersapu rembulan digelap malam

tahu apa kamu soal rindu
jika gersang bumi
tak sedkitpun hujan ingin singgah menghampiri

tahu apa kamu soal rindu
jika dinding itu sedemikian tebal
hingga tak mampu mata ini menatap
sedemikian tebal bahkan mengalahkan kabut yang murka dikala letusan merapu menyapa

tahu apa kamu sola rindu
jika semilir angin yang menghampiri saja tak mampu kamu rasakan

kamu...
ya kamu...
yang hadir sesukamu
begitupun pergi sesukamu
seperti tk ada arti dan makna akan sebuah pertemuan.

kamu...
ya kamu...
yang menyunggingkan senyum
menorehkan luka
perihhhh
jauh lebih perih dari sebuah sembilu sekalipun

kamu....
ya kamu....
yang tak banyak tahu perkara hati
mungkin karna hatimu terlalu sepi
atau... terlalu lama menyepi

kamu...
ya kamu...
tahu apa kamu soal rindu


rindu....
tak semuanya harus berujung temu
tak semua pertemuan melebur ridu....
yang ada hanya sekedar menambah duka
duka atas pertemuan yang sesaat
dan perpisahan yang jauh lebih lama

kamu...
ya kamu...
kamu terlalu sedikit faham
namun seolah mau menyelesaikan semuanya

kamu ..
ya kamu...
berserakan kalimat
tersapu angin
terbawa semilirnya dikala senja
seperti kapas yang ringan
seperti dedaunan yang kering
seperti kertas yang tercabik

terbanglah jika memang kamu tak bisa berhenti untuk waktu yang lama
jika hanya singgah sejenak, selayaknya menikmati kopi panas,
akan berlalu kala dingin menghampiri


Yogyakarta
27 November 2016

langit birunya tengah kelabu
saya tidak akan meninjaunya dari segi bahasa , apalagi dari sisi bahasa arabnya.
maafkan saya, atas keterbatasan kemampuan saya memahaminya, dan keterbatasan saya akan ilmu-Nya yang Maha Luas.

ukhuwa tak pernah salah, boleh jadi hati ini yang lagi bermasalah. padahal kita teramat dekat, sedekat tatapan mata. tapi hati kita begitu jauh tersekat tembok yang menjulang tinggi.

tembok hati terkadang jauh lebih tebal dan tinggi. ia tidak hanya menyekat sejauh mata memandang, tetapi jauh lebih dari itu. hingga batin pun tak mampu menembusnya
butuh keahlihan khusus untuk bisa meruntuhkannya. meski jarak tanpa batas, namun hatinya yang berbatas, maka yang hadir adalah kebekuan , suny dan lembab seperti tembok yang tak teruurus

haits... g semua hal bisa disederhanakan mas, kamu tahu rumah makan sederhana harganya tak sesederhana namanya

yang jadi persoalan dalam sebuah ukhuwa adalah sejauh mana hati kita mau membuka diri selapang lapangnya. #dan mohon maaf, dalam beberapa kasus saya belum mampu untuk begitu bersahabat, berukhuwa dengan cara damai saat berbeda pedapat dan pandangan, meskipun berusaha untuk mengaku bahwa setiap kita memiliki sudut pandang yang berbeda. kita menatap satu titik yang sama tapi dari sudut yang berbeda, maka yang nampak dipermukaan tentu saja berbeda.

begitupun dengan ukhuwa. kita sering kali menyempitkan mananya dengan kepentingan dan keuntungan yang kita akan dapati saaat menjalani ikatan ukhuwa itu.
langit malam Yogya di kala mendung, 26 November 2016
ttd Qie Annada
😊😉😅
Hai .....
kamu tahu nggak, bagaimana rasanya tersedak tanpa sebab.
bagaimana rasanya susah menelan , bahkan hanya sekedar air liur saja.
hufff
berasa minum pil pahit tahuuu.
iya itu pil pahit yang tiba tiba yangkut dikerongkongan...
hadeuhhh
rasanya ...............
menyiksa.

itulah yang dirasakan, saat rindu membuncah namun tak mampu untuk dileburkan.
saat semua rasa yang ada ternyata hanya sepihak yang merasakan. 
nggak nyatu, nggak bersambung.
ya itulah....
rasanya menyiksa.

tak ada asap jika tak ada api.
sebuah perumpamaan lama yang cukup ampuh untuk disandingkan dengan suasana kondisi menyiksa diatas.
yoi..
secara segala sesuatu pastinya punya sebab dan musabbanya.
punya perantaranyalah...
walaupun kadang , acapkali diluar logika. diluar nalar.
bikin melongo dan nggak bisa mikir.

helloooo
yang harus kamu lakukan adalah...
bagaimana mengurai apa akar masalahnya.
dimana sumbernya
haoo matikan apinya
jangan sibuk dengn asapnya.
saat kamu direpotkan dengan asapnya yang bisa bikin batuk dan menyesakkan.
so...
segera cari dimana titik apinya.
dan padamkanlah.
sehingga asap yang kamu rasakan akan hilang bersama padamnya api tersebut.



kita ngeabahas apa ini ya...
apa saja.
bisa cinta yang bertepuk sebelah tangan.
bisa perkara tugas akhir yang nggak tahu kapan berakhirnya.
bisa silaturahim yang terputus.
bisa pula pada perkara hal-hal yang salah pada saat mengkomunikasikannya.
yaaaa

salah komunikasipun bisa menyebabkan
banyak persalan 
yang menjadi semakin berat untuk diselesaikan.

mari memulai
melakukan perubahan
dengan mencari
dimana sumber api tersebut berada.


Pernah merasakan.... pengan menghilang dari muka bumi, dan tenggelam saja kedalam lubang yang mampu membuatmu tak terlihat? yaaa atau bersembunyi disekian banyak tumpukan bantal (supaya lebih berasa nyaman) atau berjajar rapi di manekin yang hanya bisa diam dan membisu, tanpa mampu bergerak dan mengendalikan senyuman?

itu mungkin saat yang akan terasa saat semua orang disekitarmu salah paham dengan apa yang kamu tafsirkan, tentang sikapmu, bahasa tubuhmu dan juga tuturmu yang hanya seyogyanya bercanda saja.
hemmm yach semacam dijauhin karena kesalahan tutur, atau dibentak dengan kasar sembari tuduhan dan menerima sikap yang begitu menyudutkan.


semua bisa terjadi karena salah tafsir atas sikap dan juga tutur lisan yang kita sampaikan, ini bukan perkara muda. butuh waktu untuk memperbaikinya. meski boleh saja dalam prosesnya akan berasa kehilangan nilai ketulusan didalamnya. tapi paling tidak menunjukan bahwa yang telah terlewati hanya sebatas salah menafsirkan saja.... huff ini melelahkan sobat. :)

komunikasi verbal maupun non verbal sama-sama punya potensi untuk salah tafsir dalam penerimaannya. jauh disanubari tentu tak mampu orang resapi... jauh didalam saraf otak juga tak akan mampu orang telusuri.

 so...
berjalan sajalah terus
melangkahlah terus
karena membuat orang menafsirkan sesuatu yang sama tidak cukup dengan lisan
orang lain memiliki indera penglihatan, pendengaran, indera perasa yang kemudian berkolabarasi dan menyepakati tafsir antara yang telihat, terdengar dan terasa.

pembuktiannya tentu juga harus melibatkan ketiga indera tersebut.

memanggilnya, menyebutnya dan memohon untuk memiliki tafsir yang sama oleh yang Maha Tau akan segala hal adalah jalan yang paling melegakan.

seperti menafsirkan sejuk atau dingin dikala embun hadir.

Bergumpal Awan Putih dikegelapan Langit Yogya
22 November '16

Qie

Terhampar birunya memanjakan mata,
semilir lembutnya menyejukkan,
butirannya menyamankan.
Karna setiap rasa punya tafsir
yang tersembunyi dalam ruang tanpa sekat.
Tidak ada yang kebetulan. Bukankah semua sudah sesuai dengan yang ditentukan.
Sama halnya tidak harus menjadi kaya untuk bisa berbagi Tidak pula harus menjadi cerdas untuk bisa mengispirasi. Acapkali Cukup menjadi pribadi sederhana.... pribadi berilmu dengan cara yang santun Bahkan jauh lebih mampu berpotensi.
Self Resiliensi pun berlaku. Semakin tinggi tekanan, semakin mampu melompat melampaui batas. 📝 akhir 14 Nov 2016

Godaan yang menyebabkan banyak manusia lalai adalah godaan dunia dan wanita. Demikian hebatnya godaan wanita bagi laki-laki, disebutkan dalam satu riwayat dari Usamah bin Zaid ra meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda : "Tidak pernah kutinggalkan sepeninggalku godaan yang lebih besar bagi kaum laki-laki dari pada wanita" (HR. Bukhari dan Muslim)
Abu Sa'id AlKhudri meriwayatkan, Rasulullah bersabda : "Sesungguhnya dunia ini indah dan manis, dan sesungguhnya Allah telah menjadikan kamu sekalian sebagai khalifah lalu melihat apa yang akan kalian perbuat. Maka waspadailah dunia dan wanita, sesungguhnya godaan dan bencana pertama yang menimpa bani israil adalah wanita" (HR. Muslim)
Yunus bin Ubaid berkata : ada 3 hal yang perlu dicamkan dari nasehat ku adalah .... janganlah salah seorang diantara kamu berduaan dengan perempuan meskipun untuk mengajarkan Al-Qur'an......
Nabi Yusuf lebih rela dipenjarakan bukan karena tindakan kriminal, tapi justru korban fitnah akibat ia menolak ajakan mesum imraatul azis atau permaisuri tuannya zulaikha, "Penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku" (QS.12:33)
Ibn Taimiyah berkata : Kesabaran Nabi Yusuf as untuk tidak menuruti kemauan permaisuri tuannya lebih sempurna dari pada kesabarannya ketika ia dicampakkan oleh saudaranya dalam lubang sumur. Sebab kesabarannya untuk menjauhi maksiat adalah sabar karena pilihannya. Sebab ia merupakan kemampuan untuk memerangi nafsu, lebih-lebih dalam kondisi adanya faktor pendukung, 
- ia seorang pemuda dimana gelora mudanya untuk melakukan itu tentu kuat, 
- dia adalah bujang belum memiliki wanita pendamping, 
- dia juga orang asing ada alasan berbuat itu didaerah orang, 
- ia juga seorang budak yang harus ikut perintah tuannya, 
- wanita yang mengajak ia juga adalah wanita cantik, dan tidak ada orang yang melihat apa yang mereka lakukan, 
- disisi lain ada penjara yang siap mengancamnya. 
Meskipun dengan sebab-sebab demikian, ia bersabar karena lebih mengedepankan pahala yang ada disisi Allah.
Tentunya balasan menahan diri akan gejolak nafsu syahwat dan rayuan wanita akan mendapat tempat yang terbaik.
"Adapun orang yang melampaui batas,dan lebih mengutamakan kehidupan dunia,maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal (nya).Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya,maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal (nya)." (QS. 79 : 37-41)
Demikian pula nanti diakhirat disaat matahari didekatkan diatas kepala dan tidak ada naungan pada saat itu kecuali naungan Allah maka ada 7 golongan yang mendapatkan naungan, salah satunya adalah :" Lelaki yang diajak (berzina) oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik lalu dia berkata, ‘Aku takut kepada Allah".
Bagaimana contoh dari kisah para ulama salaf, dalam meredam hawa nafsu akan godaan wanita untuk mendapat kemuliaan yang tinggi, diantaranya adalah :
Teringatlah akan sosok pemuda tampan seorang ulama besar yang bernama Syaikh Abu Bakar Al Misky. Sosok beliau sangat mudah dikenal oleh masyarakat dizamannya, karena tubuhnya selalu wangi seharum minyak misyk. Suatu hari beliau ditanya "sungguh kami selalu mencium bau wangi darimu, apa yang menyebabkan semua itu". Dengan bersahaja beliau pun menjawab : "demi Allah sudah bertahun-tahun aku tidak memakai minya wangi. Adapun aroma wewangi tubuh ini sebabnya adalah seperti ini.
Beliaupun melanjutkan kisahnya mengapa sampai tubuh beliau mewangi. "Suatu ketika ada seorang wanita yang sangat menyukaiku, begitu banyak tipu daya yang ia lakukan, namun saya tidak terperdaya. Maka sampailah pada suatu hari, ia memperdayaiku untuk masuk kerumahnya, lalu ia mengunci pintu dan jedela-jendelanya. Selanjutnya ia pun merayuku dengan berbagai cara untuk meperdayaiku dan menjerumuskanku. Akupun bingung dan tertekan dengan tipu dayanya, aku lalu berkata kepadanya, "aku mau kebelakang terlebih dahulu karena perut saya sakit mau buang air besar, setelah itu baru saya ikuti kemauanmu". Aku meminta pembantunya mengiringiku ke toilet, sebagai tanda bahwa saya tidak akan melarikan diri. Ketika aku di toilet, aku membuang hajat/kotoran (maaf bahasanya agak kasar). Aku mengambil seluruh kotoranku dan aku lumurkan keseluruh tubuhku mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Selanjutnya aku keluar dan menuju ketempat wanita itu dalam keadaan berlumuran kotoran. Nah, ketika ia melihatku, ia pun kaget lalu ia memerintahkan pembantunya untuk mengusirku dari rumahnya. Lalu aku pergi dan membersihkan diri, dan pada malam harinya aku bermimpi melihat seseorang berkata padaku,:
"Engkau telah melakukan apa yang belum pernah dilakukan seseorang selainmu. Sungguh akan diganti baumu dengan wewangian yang lebih wangi dari wangi-wangian didunia dan akhirat".
Maka pada pagi harinya aku terbangun dengan wangi kesturi yang keluar dari aroma tubuhku, yang demikian itu terus berlanjut sampai sekarang, kata beliau.
Abul Farajj dan lainnya menceritakan bahwa ada seorang wanita cantik diMekah, ia bercermin dan terpesona akan kecantikannya. Kemudian wanita itu berkata kepada suaminya, adakah laki-laki dikota ini yang tidak tertarik dengan kecantikan wajahku. Suaminya menjawab, ada. Ada seorang pemuda yang bernama Ubaid bin Umair. wanita itu meminta untuk diijinkan menggoda pria itu dan suaminya mengizinkan. Maka wanita itu mendatangi Ubaid seperti layaknya seseorang orang yang meminta fatwa. Beliau membawanya keujung masjid Al-Haram dan menyingkapkan wajahnya yang bagaikan rembulan berkilauan. Maka ubaid berkata kepadanya "wahai hamba Allah, tutuplah wajahmu". siwanita menjawab " aku sudah terdoga denganmu". Maka Ubaid berkata kepadanya "baik, saya akan bertanya kepadamu tentang satu hal, apabila engkau menjawabnya dengan jujur aku akan perhatikan keinginanmu". Si wanita berkata :"saya akan jawab setiap pertanyaanmu dengan jujur".
Beliau bertanya, seandainya sekarang ini malaikat maut datang kepadamu untuk mencabut nyawamu, apakah engkau ingin aku memenuhi keinginanmu ? si wanita menjawab tentu tidak. Beliau berkata, bagus engkau telah menjawab dengan jujur.
Beliau bertanya lagi, seandainya engkau telah masuk kubur dan bersiap-siap ditanya pada saat itu,apakah engkau ingin aku memenuhi keinginanmu ? si wanita menjawab tentu tidak. Beliau berkata, bagus engkau telah menjawab dengan jujur.
Beliau bertanya lagi, apabila manusia sedang menerima catatan amal perbuatan mereka lalu engkau tidak mengetahui apakah engkau menerima catatan amalmu dengan tangan kiri atau tangan kanan, apakah engkau ingin aku memenuhi keinginanmu ? si wanita menjawab tentu tidak. Beliau berkata, bagus engkau telah menjawab dengan jujur.
Beliau bertanya lagi, apabila engkau sedang meniti shirat, sementara engkau tidak mengetahui apakah selamat atau tidak, apakah engkau ingin aku memenuhi keinginanmu ? si wanita menjawab tentu tidak. Beliau berkata, bagus engkau telah menjawab dengan jujur.
Beliau bertanya lagi, apabila telah didatangkan neraca keadilan sementara engkau tidak mengetahui apakah timbangan amal perbuatanmu ringan atau berat, apakah engkau ingin aku memenuhi keinginanmu ? si wanita menjawab tentu tidak. Beliau berkata, bagus engkau telah menjawab dengan jujur.
Beliau bertanya lagi, apabila engkau sedang berdiri dihadapan Allah untuk ditanya, apakah engkau ingin aku memenuhi keinginanmu ? si wanita menjawab tentu tidak. Beliau berkata, bagus engkau telah menjawab dengan jujur.
Maka beliau pun berkata "bertaqwalah kepada Allah sesungguhnya Allah memberi karunia-Nya kepadamu dan telah berbuat baik kepadamu". Ibn Farajj berkata : maka wanita ini pulang kerumahnya dan menemui suaminya. suaminya bertanya :"apa yang telah engkau lakukan?". ia pun menjawab "sungguh engkau pengangguran dan kita pengangguran (kurang ibadah)". setelah itu wanita ini giat beribadah shalat, shaum disiang hari dan ibadah-ibadah yang lain. Konon suami ini berkata : apa yang terjadi antara aku dan Ubaid, ia telah merubah istriku. Dahulu setiap malam bagi kami bagaikan malam pengantin, tapi sekarang ia berubah menjadi ahli ibadah.
Inilah secuil kisah para salaf dalam meredam hawa nafsu akan godaan wanita, maka pantaslah mereka mendapat tempat kedudukan tertinggi dan menjadi contoh teladan terbaik untuk kita generasi berikutnya.
Semoga bermanfaat



Sumber : https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=1854341644852229&id=100008292351465 
tidak ada satu orangpun yang siap dan mau berada dalam posisi tertekan, seolah olah itu adalah saat yang sangat menderita. posisi yang menyebabkan semua menjadi serba tak enak, entah makan ataupun tindakan. :)


ini tentang sebuah perjalanan.
tapi ini bukan tentang akhir dari sebuah perjalanan, melainkan tentang awal sebuah perjalanan. perjalanan tentu saja bukan perkara pilihan yang ditempuh tanpa sebab.. melainkan jga perjalanan yang dipilih dengan maksud dan tujuan yang ingin dicapai setelahnya.

dan jangan risau tak perlu gusar jika tujuan itu ditempuh dengan kendaraan yang berbeda... sama hal nya dengan muara hidup ini.
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

ABOUT ME

Merri Sri Hartati.

Cari Blog Ini

POPULAR POSTS

  • Sesungguhnya Imajinasi dan Pikiran kita Bebas
  • MENULIS KEBAIKAKAN
  • Materi Kelas Menulis
  • SAAT RASA TAK BERSAMBUT
  • Izinkan ku simpan kau dalam Diam ku
  • Ikhlas saja Belum Cukup
  • (tanpa judul)
  • Maafkan saya yang masih lemah Iman
  • Meskipun Hanya serpihan debu, buih dilautan lepas, Daun yang gugur
  • Penerimaan yang Tulus, Pemahaman yang Benar :)

Categories

  • inspirasi

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

  • ▼  2021 (1)
    • ▼  Desember (1)
      • ▼  Des 25 (1)
        • Sampah dan Objek Wisata Pantai Zakat Bengkulu25 De...
  • ►  2019 (4)
    • ►  Maret (4)
      • ►  Mar 29 (1)
      • ►  Mar 28 (1)
      • ►  Mar 24 (1)
      • ►  Mar 16 (1)
  • ►  2018 (2)
    • ►  Agustus (2)
      • ►  Agu 29 (2)
  • ►  2017 (10)
    • ►  Maret (3)
      • ►  Mar 12 (3)
    • ►  Januari (7)
      • ►  Jan 30 (1)
      • ►  Jan 29 (1)
      • ►  Jan 27 (1)
      • ►  Jan 22 (1)
      • ►  Jan 14 (1)
      • ►  Jan 13 (1)
      • ►  Jan 08 (1)
  • ►  2016 (28)
    • ►  Desember (5)
      • ►  Des 10 (2)
      • ►  Des 05 (1)
      • ►  Des 03 (1)
      • ►  Des 01 (1)
    • ►  November (8)
      • ►  Nov 30 (1)
      • ►  Nov 29 (1)
      • ►  Nov 26 (1)
      • ►  Nov 21 (3)
      • ►  Nov 20 (2)
    • ►  Oktober (2)
      • ►  Okt 27 (1)
      • ►  Okt 17 (1)
    • ►  September (2)
      • ►  Sep 22 (2)
    • ►  Agustus (2)
      • ►  Agu 03 (2)
    • ►  Juli (2)
      • ►  Jul 29 (1)
      • ►  Jul 25 (1)
    • ►  Maret (4)
      • ►  Mar 16 (1)
      • ►  Mar 10 (1)
      • ►  Mar 08 (1)
      • ►  Mar 03 (1)
    • ►  Februari (2)
      • ►  Feb 23 (1)
      • ►  Feb 18 (1)
    • ►  Januari (1)
      • ►  Jan 01 (1)
  • ►  2015 (13)
    • ►  Desember (6)
      • ►  Des 28 (1)
      • ►  Des 27 (2)
      • ►  Des 25 (1)
      • ►  Des 17 (1)
      • ►  Des 11 (1)
    • ►  November (2)
      • ►  Nov 29 (2)
    • ►  September (1)
      • ►  Sep 07 (1)
    • ►  Februari (2)
      • ►  Feb 23 (2)
    • ►  Januari (2)
      • ►  Jan 09 (2)

Daftar Blog Saya

  • Historia Vitae Magistra
    SEJARAH DAN POLEMIK PENAFSIRAN MASA LALU

About Me


Merri Sri Hartati Bundanya Fatih, Syamsa & Aizh

Popular Posts

  • Sesungguhnya Imajinasi dan Pikiran kita Bebas
  • MENULIS KEBAIKAKAN
  • Materi Kelas Menulis

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates