"Inspirasi SeBening Embun"
  • Home
Aku melihat perempuan-perempuan pejuang,
Pada mereka yang rela bangun dini hari, memompa ASI sekaligus siapkan sarapan pagi. Lalu saat matahari sedikit meninggi, mereka melangkahkan kaki untuk pergi. Berkontribusi lewat kerja kerja yang menggerakkan perekonomian negeri ini..
Aku melihat perempuan-perempuan pejuang,
Pada mereka yang memutuskan tidak bekerja, lalu menghabiskan hari harinya bersama anak dan pekerjaan rumah tangga. Dengan sederet potensi dan prestasinya di masa lalu, cukup baginya ditukar dengan tawa dan pelukan dari para makhluk kecil di tengah tumpukan baju, kompor menyala, serta sudut sudut rumah yang belum tersapu..
Aku melihat perempuan-perempuan pejuang,
Pada mereka yang tidak putus mengejar ilmu. Melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi agar kelak anak paham bahwa tak ada yang lebih menundukkan hati dibandingkan mengetahui betapa kerdilnya ilmu yang kita miliki.
Aku melihat perempuan-perempuan pejuang,
Pada mereka yang bersetia melayani suami dengan sebaik baiknya. Bukan tentang rendahnya peran, tetapi bagi mereka menjaga pandangan suami adalah hal yang sungguh menyenangkan. Perempuan semacam ini sungguh mengajarkan keikhlasan. Menjadikan rumah sebagai syurga sebelum syurga sebenarnya yang dicita citakan..
Aku melihat perempuan-perempuan pejuang,
Pada mereka yang berani bangkit melawan, ketika suami tak henti main tangan. Meski dipenuhi ketakutan, ia paham betul ada ketentraman jiwa anak yang mesti diselamatkan. Malam malamnya mungkin dipenuhi pikiran, bagaimana hidup ke depan. Tapi ia tahu. Ia yakin. Pada Allah-lah sebaik baik penjagaan..
Aku melihat perempuan-perempuan pejuang,
Pada mereka yang berusaha bergerak maju, setelah pernikahannya dihancurkan oleh pengkhianatan. Tak perlu baginya sibuk berkutat dengan aib mantan, atau sampai sibuk menyindir bersahutan. Karna apapun itu, tak akan mengubah keadaan. Karna diantara dirinya dan sang mantan, ada anak kecil yang berhak atas kebahagiaan..
Aku melihat perempuan-perempuan pejuang,
Pada mereka yang dulu tersakiti masa kecilnya. Mungkin omelan, sering juga sabetan. Atau perkataan buruk dari Ayah Ibu yang hingga kini di kepalanya tak henti bersahutan. Tapi baginya, cukup semua sakit itu berhenti padanya. Ia punya sejuta alasan untuk marah, tapi memilih memaafkan. Karena anak anaknya, berhak mendapatkan sosok ibu dengan versi terbaik dari dirinya..
Sungguh, Aku melihat perempuan-perempuan pejuang,
Pada mereka yang bersungguh sungguh pada apa yang dikerjakan. Ia sibuk memperbaiki diri, juga kualitas dengan keluarga dan lingkungannya sendiri.
Tak ada waktu baginya untuk mencemooh apalagi nyinyir pada pilihan hidup orang lain. Karena ia tahu, setiap orang punya perjuangannya sendiri, yang mungkin tidak ia pahami.
Aku sungguh melihat perempuan-perempuan pejuang,
Pada mereka yang menyibukkan diri pada kebaikan. Pada mereka yang terus menata ikhlas pada peran yang saat ini dimainkan.
Ia bahagia dengan apa yang dipilihnya, sehingga tak pernah butuh merendahkan peran orang lain, hanya untuk membuat dirinya terlihat berharga..
Perempuan perempuan semacam ini yang akhirnya membuat saya paham, mengapa pada mereka syurga itu diletakkan..
  • https://www.facebook.com/jayaning.hartami/posts/10209859122107266 
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

ABOUT ME

Merri Sri Hartati.

Cari Blog Ini

POPULAR POSTS

  • PEREMPUAN By Jayaning Hartami
  • (tanpa judul)
  • Rasa Ini Membunuhku...
  • Ikhlas saja Belum Cukup
  • Anak....

Categories

  • inspirasi

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

  • ►  2021 (1)
    • ►  Desember (1)
      • ►  Des 25 (1)
  • ►  2019 (4)
    • ►  Maret (4)
      • ►  Mar 29 (1)
      • ►  Mar 28 (1)
      • ►  Mar 24 (1)
      • ►  Mar 16 (1)
  • ►  2018 (2)
    • ►  Agustus (2)
      • ►  Agu 29 (2)
  • ►  2017 (10)
    • ►  Maret (3)
      • ►  Mar 12 (3)
    • ►  Januari (7)
      • ►  Jan 30 (1)
      • ►  Jan 29 (1)
      • ►  Jan 27 (1)
      • ►  Jan 22 (1)
      • ►  Jan 14 (1)
      • ►  Jan 13 (1)
      • ►  Jan 08 (1)
  • ▼  2016 (28)
    • ►  Desember (5)
      • ►  Des 10 (2)
      • ►  Des 05 (1)
      • ►  Des 03 (1)
      • ►  Des 01 (1)
    • ▼  November (8)
      • ▼  Nov 30 (1)
        • PEREMPUAN By Jayaning Hartami
      • ►  Nov 29 (1)
      • ►  Nov 26 (1)
      • ►  Nov 21 (3)
      • ►  Nov 20 (2)
    • ►  Oktober (2)
      • ►  Okt 27 (1)
      • ►  Okt 17 (1)
    • ►  September (2)
      • ►  Sep 22 (2)
    • ►  Agustus (2)
      • ►  Agu 03 (2)
    • ►  Juli (2)
      • ►  Jul 29 (1)
      • ►  Jul 25 (1)
    • ►  Maret (4)
      • ►  Mar 16 (1)
      • ►  Mar 10 (1)
      • ►  Mar 08 (1)
      • ►  Mar 03 (1)
    • ►  Februari (2)
      • ►  Feb 23 (1)
      • ►  Feb 18 (1)
    • ►  Januari (1)
      • ►  Jan 01 (1)
  • ►  2015 (13)
    • ►  Desember (6)
      • ►  Des 28 (1)
      • ►  Des 27 (2)
      • ►  Des 25 (1)
      • ►  Des 17 (1)
      • ►  Des 11 (1)
    • ►  November (2)
      • ►  Nov 29 (2)
    • ►  September (1)
      • ►  Sep 07 (1)
    • ►  Februari (2)
      • ►  Feb 23 (2)
    • ►  Januari (2)
      • ►  Jan 09 (2)

Daftar Blog Saya

  • Historia Vitae Magistra
    SEJARAH DAN POLEMIK PENAFSIRAN MASA LALU

About Me


Merri Sri Hartati Bundanya Fatih, Syamsa & Aizh

Popular Posts

  • PEREMPUAN By Jayaning Hartami
  • (tanpa judul)
  • Rasa Ini Membunuhku...

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates