"Inspirasi SeBening Embun"
  • Home

Syetan memang selalu punya cara mengusik hati perempuan ..
Ia membuat semua serba indah.  
hanya dengan sentuhan halus,  tapi mampu menghipnotismu,  membuat kakimu serasa tak menapak,  menyisakan desir di aliran darahmu,  mengimajinasi fikiranmu,  merebut dunia fantasimu,  berkhayal dan berulang kali kau buat layar matamu untuk memutarnya. 

Ahhh
Kamu hanya menyiapkan diri untuk bahagia. 
Tapi lupa menyiapkan diri untuk terluka. 

Menjadi rahasia dunia
Orang yang jatuh cinta tidak menyiapkan diri untuk terluka. 

Nanti... 
Setelah hati mu mengiba
Kamu akan membenci segalanya 
Bahkan untuk sekedar mengingatnya saja kamu enggan. 

Nanti... 
Jika ternyata dia pergi 
Tapi bukan bersama dirimu. 

Kamu baru menyadari
Bahwa
Seharusnya yang telah terjadi,  bisa dicegah dengan opsi yang lain. 


Kebenaran apapun yang disampaikan tak kan mampu membuat hati mu goyah. 

Kamu akan tetap pada keyakinan mu yang belum pasti.

Toh...  Yang penting saat ini kamu bahagia. 

Malam... 
Sebuah catatan
Setelah kau mau sedemikian terbuka menceritakan kisah mu hari ini.  
Sebuah kisah yang kau sebut cinta. 
Sebuahnkisah yang kamu awali

Yang namanua hati kalau sudah nyatu ada saja kesamaan. 

Ahhhh
Kau hanya terbuai oleh bunga bunga hatimu yang tak bertangkai
" bolehkan mbak?".
"beneran deah mbak, kami nggak ngapa-ngapain hanya ngobrol saja".
" mbak.. percaya deah.. kita hanya chat mbak, saling mengingatkan waktu solat. itu saja kak".
" hanya pegang tangan saja kok mbak"
" cuma ngasih obat mbak, kasihan sakit nggak ada yang ngurusin"
" sebentar saja mbak, nganterin makan, dia nggak sempat keluar mbak".
" nggak kok mbak, cuma nyandar bentar doang, sumpah mbak bentar doang"

dan ....
masih banyak kata pembelaan lainya.

saya ...
ya saya ...

hanya mampu terdiam, atau bahkan memilih diam.
tak ada satu katapun yang mampu saya keuarkan. bibir saya keluh, tenggorokan saya mendadak pahit, kidah saya seperti mengajukan diri meminta untuk digigit.

saya...
saya...
jangankan untuk mengeluarkan jawaban "boleh" , "iya", atau "tidak"
sekedar menggelengkan kepala pertanda tidak setuju, atau bahkan mengganggukkan kepala sebagai bentuk persetujuanpun tak mampu saya lakukan.

saya ...
saya ...
jangankan untuk membalas tatapannya, sekedar melihatnya saja saya tak kuasa.

saya...
saya...

hanya mampu mendonggak kankepala, menatap biru, berharap tak sebulirpun bening ini jatuh.
menurunkan pandangan meresap kedalam sanubari sembari memohon ampun dan mengutuk diri sendir yang sedemikian lemah, hanya mampu mengharap hidayah-Nya.

saya ..
saya ...
selalu menjadi rumit dan tersudut jika bertemu dengan situasi ini.

duhai hati maafkan saya
duhai diri maafkan saya
Allahu Rabbi ... ampunkan saya ya Robb.
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

ABOUT ME

Merri Sri Hartati.

Cari Blog Ini

POPULAR POSTS

  • PEREMPUAN By Jayaning Hartami
  • (tanpa judul)
  • Rasa Ini Membunuhku...
  • Ikhlas saja Belum Cukup
  • Anak....

Categories

  • inspirasi

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

  • ►  2021 (1)
    • ►  Desember (1)
      • ►  Des 25 (1)
  • ►  2019 (4)
    • ►  Maret (4)
      • ►  Mar 29 (1)
      • ►  Mar 28 (1)
      • ►  Mar 24 (1)
      • ►  Mar 16 (1)
  • ▼  2018 (2)
    • ▼  Agustus (2)
      • ▼  Agu 29 (2)
        • Mengusik Hati Perempuan
        • Maafkan saya yang masih lemah Iman
  • ►  2017 (10)
    • ►  Maret (3)
      • ►  Mar 12 (3)
    • ►  Januari (7)
      • ►  Jan 30 (1)
      • ►  Jan 29 (1)
      • ►  Jan 27 (1)
      • ►  Jan 22 (1)
      • ►  Jan 14 (1)
      • ►  Jan 13 (1)
      • ►  Jan 08 (1)
  • ►  2016 (28)
    • ►  Desember (5)
      • ►  Des 10 (2)
      • ►  Des 05 (1)
      • ►  Des 03 (1)
      • ►  Des 01 (1)
    • ►  November (8)
      • ►  Nov 30 (1)
      • ►  Nov 29 (1)
      • ►  Nov 26 (1)
      • ►  Nov 21 (3)
      • ►  Nov 20 (2)
    • ►  Oktober (2)
      • ►  Okt 27 (1)
      • ►  Okt 17 (1)
    • ►  September (2)
      • ►  Sep 22 (2)
    • ►  Agustus (2)
      • ►  Agu 03 (2)
    • ►  Juli (2)
      • ►  Jul 29 (1)
      • ►  Jul 25 (1)
    • ►  Maret (4)
      • ►  Mar 16 (1)
      • ►  Mar 10 (1)
      • ►  Mar 08 (1)
      • ►  Mar 03 (1)
    • ►  Februari (2)
      • ►  Feb 23 (1)
      • ►  Feb 18 (1)
    • ►  Januari (1)
      • ►  Jan 01 (1)
  • ►  2015 (13)
    • ►  Desember (6)
      • ►  Des 28 (1)
      • ►  Des 27 (2)
      • ►  Des 25 (1)
      • ►  Des 17 (1)
      • ►  Des 11 (1)
    • ►  November (2)
      • ►  Nov 29 (2)
    • ►  September (1)
      • ►  Sep 07 (1)
    • ►  Februari (2)
      • ►  Feb 23 (2)
    • ►  Januari (2)
      • ►  Jan 09 (2)

Daftar Blog Saya

  • Historia Vitae Magistra
    SEJARAH DAN POLEMIK PENAFSIRAN MASA LALU

About Me


Merri Sri Hartati Bundanya Fatih, Syamsa & Aizh

Popular Posts

  • PEREMPUAN By Jayaning Hartami
  • (tanpa judul)
  • Rasa Ini Membunuhku...

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates