"Inspirasi SeBening Embun"
  • Home
Sampah dan Objek Wisata Pantai Zakat Bengkulu
25 Desember 2021




          

 

          Provinsi Bengkulu adalah salah satu provinsi memiliki banyak objek wisata khususnya wisata pantai. Ada pantai panjang dan pantai zakat yang cukup ramai pengunjung khusunya saat akhir pecan dan libur nasional. Pantai zakat yang terletak di Kota Bengkulu.pantai yang cocok untuk kegiatan renang dan wisata keluarga dengansegala paket lengkapnya seperti kuliner khas laut, ban renang dan deretan kamar mandi bilas dan ganti baju.

          Pantai Panjang Kota Bengkulu merupakan pantai yang terdapat di bagian barat Pulau Sumatera dan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Pantai Panjang yang membentang sepanjang 7 km dengan luas 84.09 ha. Pantai panjang telah ditetapkan menjadi salah satu objek ekowisata pantai unggulan pada kawasan wisata alam di Kota Bengkulu. Ekowisata pantai merupakan kegiatan ekowisata yang dilakukan di daerah pantai pada umumnya memanfaatkan sumberdaya pantai dan permukaan air. (Muqsit dkk, 2020).

          Objek wisata di Bengkulu terus berbenah, ini dilakukan untuk menarik wisatawan domestik dan juga wisatawan asing.meski secara kasat mata belum banyak dijumpai wisatawan asing. Widyastutu (2011) memaparkan tentang Proses perencanaan pembangunan pariwisata di kota Bengkulu merupakan program dari Pemerintah Provinsi Bengkulu yang tertuang dalam RPJM provinsi Bengkulu 2005-2010. Adapun visi pembangunan Provinsi Bengkulu 2005-2010. Ada enam fokus bentuk kawasan wisata yang dikembangkan oleh pemerintah Provinsi Bengkulu, yaitu rekreasi pantai, wisata urban, wisata rakyat, wisata air, wisata ecotourism dan wisata pelabuhan. Pada kawasan wisata rakyat Pantai Panjang sejumlah fasilitas yang akan dibangun adalah lokasi khusus untuk piknik (sarana dan prasarana penunjang berupa Bengkulu Indah Mall, food centre, food stall, picnic area, skate park, water playground, amphiteater, fountain plaza, dan viewing tower), sport centre ( sport plaza, foot ball stadion, lapangan tenis, ruang ganti dan tribun tenis, lapangan sepak bola pantai, lapangan volley pantai, volley ball plaza, lapangan basket dan jogging track) dan hotel.

           Objek  wisata dan kebersihan adalah paket yang saling melengkapi. kita akan sangat senang jika bisa berwisata ditempat yang bersih dan tertata rapi. namun sayangnya kebersihan itu seringkali susah didapatkan. sebagai wisatawan sebenarnya kita punya andil penting dalam menjaga kebersihan, seharusnya kita sudah muncul tanggung jawab terhadap sampah yang kita hasilkan. #sampahmutanggungjawabmu adalah hastag yang diusung oleh teman-temanyang konsen dengan sampah.

           Pantai di Bengkulu tidak terlepas dengan sampah, beberapa waktu lalu sudah dilakukan gerakan bersih pantai, namun gerakan yang tidak terus-menerus ini belum  membuahkan hasil secara signifikan. Ali (2021) Pantai Panjang merupakan tempat wisata yang sering dan ramai dikunjungi ironisnya pelaku usaha pariwisata yaitu pedagang warung jajanan masih belum melakukan penanganan pengelolaan sampah.

          Membuang sampah pada tempatnya ini bagian dari karakter, membentuk karakter ini membutuhkan waktu yang tidak bisa diprediksi, bisa 2 tahun atau lebih,namun bukan berarti mustahil.kita akan mampu mewujdkan wisata bersih di provinsi Bengkulu khususnya wisata pantai.

 

          Enggara pada tahun 2019 mengadakan riset tentang sampah,” Kurangnya ketersediaan TPS (Tempat Penampungan Sampah Sementara) sangat erat hubungannya terhadap pengunjung, pengelola auning dan warga untuk mengotrol sampah yang mereka timbulkan, kapasitas armada dan petugas kebersihan yang tidak memadai akan memperhambat proses pendistribusian sampah ke TPA.

          Fasilitas pendukung sadar sampah menjadi hal yang perlu disiapkan, yaitu tempat sampah memadai yang disebarkan dipenjuru objek wisata. Kemudian anjuran sadar sampah, memberi petunjuk arah tempat sampah, seruan pembeda sampah organic dan non organic. Dan lain sebagainya.

 

          Sampah memang sudah tak terpakai, namun buka berarti tidak bisa dimanfaatkan. Semakin cepat kita sadar sampah,maka semakin cepat pula sampah tersebut bisa dimanfaatkan kembali. Yuk mulai dari sekarang kita tanggap dan sadar sampah. Bawakdan siapkan kantong plastic dari rumah untuk tempat sampahmu.

 

Salam hangat dari ku, yang sedang berupaya menyadarkan diri untuk bertanggung jawab terhadap sampah. J

 

 Referensi:

 

ALI, H. (2021). Perilaku Pedagang Warung Jajanan Dalam Pengelolaan Sampah Di Pantai Panjang Kota Bengkulu Tahun 2021. Journal of Nursing and Public Health, 9(2), 38-46.

Enggara, R., Bahrum, Z., & Suherman, D. (2019). Kajian mekanisme penyebaran sampah di kawasan pantai pariwisata Kota Bengkulu sebagai penyebab degradasi nilai-nilai ekowisata. Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, 8(2), 39-48.

Muqsit, A., Johan, Y., Hartono, D., & Oktaviani, A. (2020). Analisis Kesesuaian Kawasan Ekowisata Pantai Di Pantai Panjang Provinsi Bengkulu. Jurnal Enggano, 5(3), 566-586.

Widyastuti, D., Djonet, S., & Sugeng, S.  (2011). ANALISIS KEBIJAKAN PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PANTAI PANJANG KOTA BENGKULU (Doctoral dissertation, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNIB).





Kumpulan Artikel Tentang Menulis 
.
1. Cara Mudah Menulis Kisah Inspiratif : https://www.ernawatililys.com/2018/11/cara-mudah-menulis-kisah-inspiratif.html
2. Menulis buku anak susah apa mudah? : https://www.ernawatililys.com/2018/04/menulis-buku-anak-itu-susah-atau-mudah.html
3. Menulis buku bisnis sendiri :https://www.ernawatililys.com/2018/03/cara-mudah-menulis-buku-bisnis-sendiri.html
4. Arti personal branding penulis : https://www.ernawatililys.com/2016/06/arti-dari-personal-branding-bagi-penulis.html
5. Form Pengajuan naskah ke penerbit : https://www.ernawatililys.com/2016/06/membahas-isi-form-pengajuan-naskah.html
6. Buat form pengajuan naskah : https://www.ernawatililys.com/2016/03/membuat-form-pengiriman-naskah-ala.html
7. Teknis menulis secara umum : https://www.ernawatililys.com/2016/03/teknik-menulis-secara-umum.html
8. Persiapan sebelum jadi penulis : https://www.ernawatililys.com/2016/02/persiapan-sebelum-menjadi-penulis.html
9. 7 langkah mempercantik cerpen : https://www.ernawatililys.com/2015/12/7-langkah-mempercantik-naskah-cerpen.html
10. Blog jadi buku : https://www.ernawatililys.com/2015/11/mengubah-isi-blog-menjadi-buku-dan-cara.html
11. mind map dan outline simple : https://www.ernawatililys.com/2015/11/mind-map-ide-dan-outline.html
12. 7 langkah mengenal penerbit : https://www.ernawatililys.com/2015/11/7-langkah-mengenal-penerbit.html
13. menerbitkan buku : https://www.ernawatililys.com/2018/12/menerima-jasa-menerbitkan-buku.html
14. Syarat jadi editor : https://www.ernawatililys.com/2016/05/bersahabat-dengan-editor-syarat-jadi.html
15. ramuan menulis creative and inspirasi : https://www.ernawatililys.com/2018/12/inspiration-concept-idea-creative.html
16. workshop menulis produktif : https://www.ernawatililys.com/2018/09/workshop-menulis-produktif-pemuda-kahfi.html
17. Proses terbit sebuah buku di penerbit : https://www.ernawatililys.com/2016/05/proses-terbit-sebuah-buku-di-penerbit.html
18. 101 ide menulis : https://www.momsinstitute.com/2018/03/101-ide-blogpost-yang-menarik.html
19. tips menulis cepat : https://www.momsinstitute.com/2018/07/tips-menulis-cepat.html
20. Sebelum kirim naskah ke penerbit : https://www.momsinstitute.com/2018/04/sebelum-kirim-naskah-ke-penerbit-baca.html
21. Belajar online : https://www.momsinstitute.com/2018/01/belajar-online-via-telegram-dan.html
22. Desain tulisan di canva :https://www.momsinstitute.com/2017/10/tutorial-mudah-menggunakan-desain.html
23. 21 alasan jadi penulis : https://www.momsinstitute.com/2018/04/21-alasan-jangan-jadi-penulis-jika.html

Silakan share ya ke teman-teman penulis agar bermanfaat. Semangat menulis dan berbagi kebaikan 

Join : t.me/momsinstitute
[21:22, 3/28/2019] Merri_Q @nnada: Perkenalkan saya Ade Kurniawan, jenis kelamin cowok dengan satu istri dan 3 anak (jangan dibalik, hehe) per 17 Maret 2019 tepatnya anak ketiga saya hadir.

Domisili di Kuningan Jawa barat, bagi yang berlokasi di Kuningan boleh kita kopdar makan bakso bareng. Hehe

Sehari hari jualan online dan sebagai skrup kecil yang gawangi kmo Indonesia agar dijalur yang benar dalam mengejar visi misinya. Hehe

Bagi yang sedikit kepo boleh meluncur ke channel telegram saya t.me/channelsarungpreneur  dan fb saya https://www.facebook.com/adepisan

Cukup ya perkenalannya

Malam ini saya dapat amanah ngisi materi kmo club di akhir pertemuan, dengan materi marketing.

 Tepatnya saya sharing dan diskusi

Jadi kalau tujuan teman-teman menulis bukan tentang kebaikan, nggak usah menulis!

Sekali lagi nggak usah menulis!

catat ya harus "baik". Mau menulis dimana pun itu

nulis di sosmed, nulis opini, menulis wacana, bikin tulisan dalam bentuk ebook, menulis buku dan semua tulisan yang dibuat dalam media apapun...

Pastinya HARUS WAJIB KUDU MENULIS YANG BAIK & BERUSAHA AGAR BERDAMPAK BAIK.

 Saya tekankan ulang meluruskan dan meLuaskan niat dalam menulis itu penting banget

Dan ternyata menulis yang baik itu, menjadi penulis yang baik itu perlu perjuangan dan perlu diperjuangkan,betul nggak?!

Salah satu perjuangannya adalah agar tulisannya baik dan agar berdampak baik untuk pembacanya

Tidak mudah memang tapi bukan berarti tidak bisa. Oleh karena itu kita perlu berusaha menggapainya. Sip ya...

Mo kasih Pertanyaan lagi nih...

 kalau kita sudah bikin tulisan (anggaplah tulisan kita sudah baik)

Salah satu kuncinya apa agar berdampak baik? Ada yang mau jawab?
[21:32, 3/28/2019] Merri_Q @nnada: Kunci awalnya adalah...

Jeng-jeng jeng







ADA YANG BACA TULISAN KITA, hehehe

Nah ada yang jawab benar ada yang terkecoh, hehe

Gimana orang lain berubah atas tulisan kita kalau nggak baca buku kita, hehe

Atau baca tulisan kita

Jadi harus diperjuangkan orang lain baca tulisan kita

Jangan salah persepsi ya...

Kita main logika sedikit.

Dalam konteks buku, ada yang baca tulisan berarti harus ada yang beli buku kita, membacanya dan melakukan sesuatu atas info dari yang ia baca di buku.

Kalau dalam jumlah banyak yang beli (best seller) serta masive, maka dampak "baik"nya akan semakin besar.

Jadi  kalau nggak ada yang beli gimana bisa baca, dan gimana bisa berubah sang pembaca oleh tulisan kita. iya nggak?

Bisa sih pinjem, tapi yang ngasih pinjem pasti beli dulu iya nggak. Hehe

Sehingga kalau kita sepakat mau menulis buku, maka buku kita menjadi best seller itu HAL YANG HARUS DIKEJAR DAN DIPERJUANGKAN sekuat tenaga, sepakat?!

bukan karena dapat financial, bukan

Bukan bisa bikin tenar, bukan..


Itu dampaknya saja

Efek samping saja

 Tapi karena kita sedang memperjuangkan niat kita untuk menyebarkan kebaikan
[21:37, 3/28/2019] Merri_Q @nnada: Bukankah kita akan dapat pasive pahala kalau pembaca kita berbuat baik karena tulisan kita?

Jadi pembahasan kali ini penting karena memasarkan buku itu ikhtiar kita memperjuangkan niat baik kita.

Hal lain kenapa penting pembahasan kali ini, karena kebanyakan penulis merasa selesai tugasnya saat bukunya terbit. Padahal kalau tujuannya menyebarkan kebaikan...menjadikan buku best seller itu hal yang sangat penting lainnya..

Clear ya

Baru pengantarnya nih, hehe

Nah pertanyaan selanjutnya bagaimana biar best seller?

Jawaban pastinya hanya ALLAH SWT yang tahu, hehe


 karena DIA PENGGENGGAM Semua kejadian.

Saya pun nggak tahu kalau ditanya resep pastinya, hehe

Tapi ada pola yang bisa kita ambil dari buku-buku best seller yang bisa kita tiru.

Yang bisa mendekatkan buku kita ke best seller

Yang pertama, ini sudah jadi rahasia umum

Pastikan tulisan dalam buku kita menarik dan asyik dibaca.

 Sederhananya tulisannya bagus. Hehe
[21:52, 3/28/2019] Merri_Q @nnada: Kang saya baru mau nulis buku pertama Gimana dong?

Ya  terus saja menulis, baca ulang sendiri, dan minta pendapat dan masukan beberapa teman agar semakin bagus dan berkualitas tulisan kita.

Pokoknya perjuangkan harus bagus itu tulisan..

Poin kedua kasih tahu khalayak tentang buku kita jauh-jauh hari sebelum terbit, bahasa Sunda namah AWARENES....

Pernah nonton film?

Pernah lihat thriller sebuah film yang ujungnya coming soon?

Pernah baca berita tentang, proses syuting film atau realese flyer sebuah film?

Atau pernah lihat pernak pernik seperti gelas dan lain-lain tentang sebuah film di mini market sebelum filmnya relaese?

Tujuannya NGASIH TAHU

Bahwa akan ada film ini

Nah, kita pun harus begitu tentang buku kita

Ngasih tahu akan ada buku keren judulnya: AKU KEREN

 (misalkan umpama jikalau if)

Kebanyakan ngasih tahu pas terbit atau buku sudah terbit🙈

Kalau pun sebelum mepet banget

Gimana orang lain tahu kita akan nerbitin buku kalau kita nggak ngasih tahu...

berharap ke penerbit?

Saran saya jangan berharap ke makhluk, akan hadir rasa sakit. Hehe

Karena penerbit itu bisa jadi buku yang diterbitkan banyak banget dan nggak fokus ke buku kita.

 bisa jadi buku kita budget promonya minimalis di penerbit.

So, perjuangkan...

Buat orang lain TAHU.... NGEH... bahwa kita punya tulisan yang akan dibukukan

Sip ya...

Setelah  kita berjuang bikin tulisan bagus...

Lalu di AWARENES kan selanjutnya adalah....

Kita PROMOin

Kalau saya bahas Cara PROMO, akan panjang banget pembahasan lengkapnya

Tapi yang ingin saya garis bawahi...

Dalam PROMO buatlah calon pembeli...

Penasaran kalau nggak beli dan MERASA RUGI KALAU NGGAK BELI BUKU KITA dan RUGINYA LEBIH GEDE KALAU NGGAK BELI SAAT masa PROMO

Itu sih singkatnya tentang promo menurut saya

Bisa saja dengan menghadirkan detail info saat promo tentang apa yang didapat jika beli buku kita.

Bisa juga sampaikan keuntungan kenapa harus beli buku kita saat masa promo
[22:02, 3/28/2019] Merri_Q @nnada: Contoh nya ini👇 saat KMO promo buku melawankemustahilan.com

Bisa juga hadirkan testimoni-testimoni atas buku kita, contohnya begini👇

Selanjutnya...

 Dalam promo libatkan banyak orang untuk memasarkannya

Kalau perlu bentuk tim pemasaran...

Dua alasan utama bagi saya

Pertama semakin banyak orang terlibat, semakin masive info buku kita menyebar

Kedua bisa jadi buku kitaenjadi wasilah rezeki orang lain

Bukankah itu sesuatu yang baik juga?

Baru ngeh udah jam 10 malam? Cukup ya..

Eh satu lagi....
[22:09, 3/28/2019] Merri_Q @nnada: LIBATKAN ALLAH DALAM SETIAP URUSAN.

Libatkan tuhan dalam SEMUA URUSAN termasuk dalam berusaha menjadikan buku kita best seller

Karena dia yang menentukan  sebuah kejadian terjadi

Kita lakukan "tugas" kita yaitu ikhtiar

Dan kita serahkan "bagian-NYA" kepada-NYA yaitu menentukan hasilnya

Oke itu dulu ya...

Jika ada pertanyaan mangga via moderator


#################################################################################

Bismillah..
Assalamu'alaikum Kang Ade, sebelumnya Kang Ade teh alumni Unv. Jend. Soedirman Purwokerto? Tadi ngintip di FB 😁 Kalau betul, kita satu almamater 😅
Saya Lia dari kelompok 9, mau tanya.. Menurut Kang Ade, untuk sebuah cerita, novel, cerpen, atau apapun yg berbentuk plot twist menurut Kang Ade bagaimana? Maksudnya, pembaca menerka-terka endingnya malah justru terkesan tidak ada pelajaran yang dapat diambil dari tulisan tersebut.

Nama : Sali
kel 15
Kak bagaimana caranya nulis kalimat yg aktif dan mempengaruhi pembeli agar tertarik dgn buku kita?

nama: nayfara
kelompok: 12
Apakah kita boleh kasih tau pembaca saat naskah masih dalam proses penyelesaian?

Yup betul saya alumni kimia unsoed lulus 2009

Kalau merasa GK ada pelajaran, ubah sampai ada pelajarannya.. kan kita udah tahu tujuan kita menulis

Syaifur Rahman, Kelompok 16

Menulis harus baik, terkadang baik ini sangat relatif. Menurut pengalaman Akang bagaimana menyikapinya? Khususnya yang terkait dengan pandangan penulis dan penerbit yang tidak linier.

#hatur_nuwun Kang.. 😊🙏

Nama : ansori
Kelompok : 15
Pertanyaan : bagaimana cara membuat testi moni yg mempengaruhi buku kita. Sedangkam kita pemula belum dikenal tokoh penting

Nama: Lisa Anggraini
Kelompok: 8.

Pertanyaan: kang, apakah tingkatan usia untuk pembaca harus kita pikirkan terlebih dahulu agar sesuai dengan genre buku yang kita promosikan? Atau kita langsung promosikan saja?

Syukron ☺.

Banyak cara..

Belajar terus ya

Belajar copy writing yang pastinya

Boleh saja

Ani Azizah
Kelompok 2

#tanya : sebaiknya jarak promo dengan terbit buku berapa lama yang efektif?

Sebagai muslim,saya rasa sudah ada kejelasan yang tegas

Saya Ratih Jussac dari kelompok 14

Assalamualaykum, beberapa saat yll setelah beberapa kali pisting di grup alumni, saya dijapri salah satu member menawarkan agar nadkah buku saya dikirim ke penerbit di mana dia bekerjs. Apakah memang beberapa penerbit punya staff yang seperti itu? Penerbit mayor ini. Saya masih takut2 saja merespon.
Bagaimana sebenarnya perjanjian dengan penerbit itu ?

Oleh karena itu kalau saya  selama tidak menentang agama saya lanjutkan saja

nama: nayfara
kelompok: 12
Mana yang lebih baik, menerbitkan buku di penerbit mayor atau indie?

Minta saja testimoni  ke orang lain. Coba saja, insya Alloh banyak yang mau ngasih testimoni

Menurut saya, saat menulis kita harus tahu target tulisan kita

Sehingga gaya bahasanya bisa kita sesuaikan dg target market kita

Nggak ada patokan...

Harus dicoba, hehe

Coba saja, baru tahu jelasnya kalau diaenjelaskan detail perjanjiannya... Positif thinking dulu

Semuanya baik... Yg penting tulisannya baik dan best seller🙈

Ok cukup ya....

Nama: Siska Firnindyta
Kelompok: 16

Bismillah
Terima kasih materinya sangat luar biasa Kang.

Kira-kira waktu efektif untuk promosi itu berapa lama, Kang?
Dan bagaimana biar bahasa promosi kita tidak monoton?

Hatur nuhun

Nggak ada patokan, tapi KMO seringnya masa promo online 10-20  hari

19 Riska:
#Tanya

Sebelum buku terbit, untuk mempromosikannya, apa bisa melalui FB Ads? Terima kasih

Seperti buku melawankemustahilan.com 14 hari dan qodarullah tembus 20.000++ eks dalam 14 hari tersebut

Bisa..

Cukup ya..

Udah malam, ikannya udah bobo. Hehe

Terima kasih ya...

Maafkan jika banyak kekurangan

O iya PRnya saya serahkan ke kepsek saja

Nanti kepsek yang ngasih PR

Itu dulu ya...

Wassalamu'alaikum


#################################################################################
Lanjutkan tulisan bikin minimal 25 halaman

Plus cari dan survey target market  calon buku teman-teman

DL 3 april 2019
Bismillah

Kita mulai pada materi malam ini

Menulis bagi saya sudah kegiatan sehari-hari. Bahkan hari libur pun, saya menulis. Sekalipun hanya di blog atau dibuku tulis. Nggak harus mantengin laptop atau hp. Buku tulis, kertas hvs, bisa jadi media kedua saya untuk tetap menulis.

📔Mau menulis fiksi atau non fiksi
cerita anak atau naskah umum
artikel atau resensi
Bagi saya yang penting adalah *BERANI MENULIS*.

📘📕 Karena kalau saya amati, banyak penulis yang sudah takut duluan? 
Ketakutan akan tulisannya jelek. 
Nggak percaya diri.
Belum bisa bagi waktu untuk menulis (setiap jam sibuk) 
Bingung mau menulis dari mana? 
Tidak mengenali minat menulis di mana?

📖📚 Jadi jangan tanya, mau nulis apa? Sedangkan penulis sendiri masih bingung arah tulisannya mau ke mana?

Betul?

"Teh Erna, saya mau nulis blog kayaknya mudah kan ya, tinggal nulis terus publish. Tapi kok malu takut ada yang baca."
Namanya di blog sendiri, editornya sendiri, klik tombol publish sendiri, lalu takut akan tulisan sendiri. *Padahal sekecil apapun yang kita tulis bisa sangat berarti bagi orang lain.*

Jangan takut dengan tulisan sendiri!

Ayo ngaku, ada yang takut sama tulisan sendiri? Waspada gejala-gejala syndrom penulis.

Jangan takut nulis lagi ya, nikmati prosesnya.

Tanamkan pada diri bahwa orang lain bisa, kita pun bisa!

Janji pada diri sendiri. Buat bangga orang sekitar dan satu lagi, tinggalkan warisan literasi untuk anak cucu kita nanti

Saya ambil materi dari buku saya sendiri

Gapapa ya

Dibahas singkat

Saya ambil materi dari buku Ubah Tulisan Jadi Trasferan ya :
Kalau ada yang sudah punya buka halaman 5
Menurut Alif Danya Munsyi dalam bukunya "Jadi Penulis Siapa Takut?" (2012, halaman : 2), karya tulis dibagi menjadi beberapa genus : 
1. Fiksi : cerpen, novel, drama, puisi
2. NonFiksi : Berita, kritik, esai,kolom.

penjelasan :
Cerpen adalah karya fiksi yang jumlah halamannya terbatas. 
Puisi : bait yang memiliki makna 
Drama : perbaduan cerita yang dibuat dengan gerak para lakon. 
Novel : Karya fiksi yang jumlah halamannya tak terbatas

Untuk non fiksi sudah pasti semua yang ditulis harus berdasarkan sumber yang jelas, narasumber yang dapat dipertanggung jawabkan.

📖📖  Menulis buku yang paling sempurna itu butuh waktu panjang.

📖📖📖   Jadi jangan takut pada ketidaksempurnaan dalam menulis. 
Jadilah penulis yang terus belajar.

Saya harap teman-teman di sini mampu mewujudkan ikrarnya semua ya. 
#2019punyabukusolo

Kalau di kelas penulis, ditanya sudah berapa banyak buku yang dibaca selama satu minggu? satu bulan? satu tahun?

Semoga semangat menulis tidak menurunkan semangat membaca. Karena koenci sukses menulis adalah dengan banyak membaca.

Sudah 30 menit materi yang singkat ini, semoga mudah dipahami, tapi jangan mudah dilupakan ya. Bisa ingat terus dan bermanfaat





Bismillah ...
Setiap jiwa yang bernyawa sejatinya memiliki kisah
Setial jiwa yang merdeka sejatinya pun terperangkap
Setiap jiwa yang terpasung sejatinya pun bebas
Setiap jiwa yang bernyawa, merdeeka dan terpasung oleh imajinasinya.
Menulis adalah cara lain menghadirkan kisah sepanjang perjalanan jiwa. Menjadi pelarian dari hati yang sedang dalam suasana tersendiri.
Menulis mampu menenggelamkan rasa sedih, melarikan diri atas situasi dan kondisi yang dilihat dan dirasa serta didengar.
Ada banyak manusia yang memiliki kemampuan membaca, ada banyak manusia yang memiliki kemampuan menyampaikan, ada banyak manusia yang memiliki buku berjumlah tak terhitung. Tapi sebagian saja dari mereka menghasilkan tulisan.
Menulis kebaikan tentu akan berimbas pada kebaikan. Menulis keburukan juga demikian. Ada banyak jalan seseorang menjadi baik atau buruk, dan tulisan adalah salah satu jalan itu yang kemudian merasuk dalam jiwa dan pikiran seseorangbmelalui indera penglihatanya.
Fisik boleh terpasung, tapi tidak dengan hati dan pikiran. Ada banyak kisah mereka yang terkunci di balik jeruji, namun pikiran dan hatinya bebas menyusup kebanyak jiwa yang fisiknya bebas diluar jeruji.
Menjadi pilihan bagi setiap jiwa, apakah menulis sebagai wujud seorang Hamba, memulai dan mengakhiri dengan niat karena Rabbnya. Sebagai jalan ibadah seorang yang hamba.
Semakin banyak kita tahu maka semakin banyak pula sesungguhnya kita mencari tahu dari ketidak tahuan yang muncul bersembunyi di balik tafsir kita.
Menulislah... Untuk memberi tanda bahwa kita pernah ada. Ada sebagai wujud yang nyata. Bukan hanya sekedar nama. Bagaimana nama yang ada mewariskan kebermanfaatan terhadap umat, kepada generasi setelah kita.
Bukankah agama ini dikenal karena orangya, pribadinya bukan karena benda. Peradaban ada dalam jiwanya bukan pada bendanya.
Kata-kata itu hidup
Kata-kata itu memiliki makna
Kata-kata itu menunjukkan dimensi dalam diri penuturnya.
Yogyakarta, pertengahan Maret 2019
Merri Q Annada 

Syetan memang selalu punya cara mengusik hati perempuan ..
Ia membuat semua serba indah.  
hanya dengan sentuhan halus,  tapi mampu menghipnotismu,  membuat kakimu serasa tak menapak,  menyisakan desir di aliran darahmu,  mengimajinasi fikiranmu,  merebut dunia fantasimu,  berkhayal dan berulang kali kau buat layar matamu untuk memutarnya. 

Ahhh
Kamu hanya menyiapkan diri untuk bahagia. 
Tapi lupa menyiapkan diri untuk terluka. 

Menjadi rahasia dunia
Orang yang jatuh cinta tidak menyiapkan diri untuk terluka. 

Nanti... 
Setelah hati mu mengiba
Kamu akan membenci segalanya 
Bahkan untuk sekedar mengingatnya saja kamu enggan. 

Nanti... 
Jika ternyata dia pergi 
Tapi bukan bersama dirimu. 

Kamu baru menyadari
Bahwa
Seharusnya yang telah terjadi,  bisa dicegah dengan opsi yang lain. 


Kebenaran apapun yang disampaikan tak kan mampu membuat hati mu goyah. 

Kamu akan tetap pada keyakinan mu yang belum pasti.

Toh...  Yang penting saat ini kamu bahagia. 

Malam... 
Sebuah catatan
Setelah kau mau sedemikian terbuka menceritakan kisah mu hari ini.  
Sebuah kisah yang kau sebut cinta. 
Sebuahnkisah yang kamu awali

Yang namanua hati kalau sudah nyatu ada saja kesamaan. 

Ahhhh
Kau hanya terbuai oleh bunga bunga hatimu yang tak bertangkai
" bolehkan mbak?".
"beneran deah mbak, kami nggak ngapa-ngapain hanya ngobrol saja".
" mbak.. percaya deah.. kita hanya chat mbak, saling mengingatkan waktu solat. itu saja kak".
" hanya pegang tangan saja kok mbak"
" cuma ngasih obat mbak, kasihan sakit nggak ada yang ngurusin"
" sebentar saja mbak, nganterin makan, dia nggak sempat keluar mbak".
" nggak kok mbak, cuma nyandar bentar doang, sumpah mbak bentar doang"

dan ....
masih banyak kata pembelaan lainya.

saya ...
ya saya ...

hanya mampu terdiam, atau bahkan memilih diam.
tak ada satu katapun yang mampu saya keuarkan. bibir saya keluh, tenggorokan saya mendadak pahit, kidah saya seperti mengajukan diri meminta untuk digigit.

saya...
saya...
jangankan untuk mengeluarkan jawaban "boleh" , "iya", atau "tidak"
sekedar menggelengkan kepala pertanda tidak setuju, atau bahkan mengganggukkan kepala sebagai bentuk persetujuanpun tak mampu saya lakukan.

saya ...
saya ...
jangankan untuk membalas tatapannya, sekedar melihatnya saja saya tak kuasa.

saya...
saya...

hanya mampu mendonggak kankepala, menatap biru, berharap tak sebulirpun bening ini jatuh.
menurunkan pandangan meresap kedalam sanubari sembari memohon ampun dan mengutuk diri sendir yang sedemikian lemah, hanya mampu mengharap hidayah-Nya.

saya ..
saya ...
selalu menjadi rumit dan tersudut jika bertemu dengan situasi ini.

duhai hati maafkan saya
duhai diri maafkan saya
Allahu Rabbi ... ampunkan saya ya Robb.
serpihan daun yang gugur meninggalkan kisah sepotong hati yan tak lagi utuh. sepenggal hati yang tersudut dan tak tahu bagaimana caranya kembali menyatu dengan hati yang utuh sesungguhnya.

ini tentu saja bukan posisi yang indah teman, saat sepotong hati ini tak tahu arah hendak kemana.

dalam sebuah perjalanan hidup
disetiap episode kisahnya
disetiap detik yang dilalui
disetiap putaran jam yang bergerak
dalam setiap detak jantung yang berdegup
dalam langkah-langkah ini...
entah kapan kita akan berjumpa dengan seseorang yang mampu mengambil, emungut sepenggal hati yang tersudut... namun sekali lagi tetap tak mampu bersatu.

izinkan sepenggal hati ini disimpan dalam diam
meski sang pemilik hati telah ada yang memiliki...
boleh jadi tidak utuh
tapi mungkin akan lebih baik seperti ini
seiring waktu ia akan terkikis dari ruang penyimpanan, entah tergerus dengan aliran darah atau terhimpit dengan timbunanlemak.
tapi untuk saat ini..
saat ini
izinkan ia tetap ada disudut sana meski hanya sepenggal
yang bisa jadi tak berarti
sebagai wujud
sebagai bukti
bahwa pernah ada yang singgah dan menyisahkan sepenggal hati yang meredup disudut ini
dalam setiap pernikahan yang dibangun tentulah anak menjadi impian banyak rumah tangga... ada mungkin ada, denga presentase yang sangat minim 0,000 bisa jadi yang tidak menginginkan anak dalam rumah tanga yang dijalanai. sebagian besar akan berprinsip bahwa anak ialah amanah dan anugerah, berapapun yang di Anugerahkan ALLah akan diterima, sebagian lagi mengatur jarak kelahiran dan sebagian lagi benar2 melakukan program untuk urusan ini.

anak adalah amanah yang acapkali menjadi korban,,, korban keinginan orangtua atau korban cita-cita orangtua yang tidak terwujud yang kemudian dipaksakan kepada anak untuk mewujudkannya
ada lagi orangtua yang melakukan pengabaian terhadapa anak baik disadari maupun tidak disadari
ada yang benar-benar menjaga
ada yang bahkan dengan tega membuang
dan ada banyak lagi kisah lainya

saat banyak mendengar
saat itu kau akan tahu
bahwa ada banyak pilihan dalam hidup yang acapkali kita belum sempat memilihnya namun,,, lingkungan dengan jumawa nya menetapkan pilihan
Ikhlas sering dimaknai tanpa balasan... free ... bebas dari unsur-unsur imbalan. tanpa pamrih.
tapi tahukah teman teman yang baik.... ikhlas saja belum lah cukup jika tidak dibarengi dengan istiqomah menjaga ikhlas tersebut dan satu hal yang paling penting ialah ikhlas juga harus pada hal yang baik
dan untuk yang baik, tentu masing - masing kita memiliki tafsir yang berbeda-beda. namun yang jelas ni all... ikhlas akan sangat ruarrr biasa bila dibarengi keikhlasan itu pada ha-hal kebaikan.

yukkk sama sama belajar ikhlas dan berlomba seta bangga menjadi orang baik :) 
Sttt.....
kamu tahu ...
satu kata ini  ...
Ia menyesakkan seperti melihat Tembok dinding kamar tanpa warna.... membisu
Ia menyisahkan angan seperti menatap langit-langit kamar tanpa ada cahaya bintang gemintang
Ia berputar tanpa arah seperti kipas angin kamar yang terus saja berputar meski acapkali tak membuat suasana berubah
Ia seperti tumpukan buku yang menanti untuk dibaca, digaris bawahi kemudian dianalisis
Ia seperti lembaran kertas yang berserakan dilantai, menanti utuk disatukan dengan rapi
Ia seperti Laptop merah fanta cantik ini yang menanti untuk berselancar dalam fitur fitur indah
Ia seperti daun yang gugur yang tak punya lagi daya dan kehilangan tujuan
Ia seperti ranting patah yang tiada punya kemampuan lagi untuk menyatu dengan sang pohon

arghhhh
ini hanya perkara 
SATU KATA
Ia satu kata....
yang mampu melejitkan potensi
atau justru mematikan imajinasi
yang mampu memompa semangat
atau justru mematikan kemampuan diri

hemmm
ini hanya perkara
SATU KATA
yang iapun hanya bisa dibayar dengan
SATU KATA :)

tapi ....
:) 
JANGAN KHAWATIR
HARUS TETAP BAHAGIA
jika masih berpijak pada bumi yang sama
jika masih bernaung dibawah langit yang sama
maka itu artinya
kita masih harus terus 
BERSYUKUR
kita masih bisa membunuhnya
dalam Satu cara yang sama
kita masih bisa bersua
dalam DOA Doa yang sama 
yang akan bertemu diantara bumi dan langit
untuk sama sama mengetuk pintu langit
menuju pada Sang Khalik
teruslah bersama bermunajat

:(
untuk mewujudkan MIMPI
kita harus membayarnya dengan Jarak
untuk menembus cita
kita harus berdamai dengan kondisi

jangan cemas
ini hanya perkara
SATU KATA

satu kata
yang tak melulu harus berujung temu
yang tak melulu perkara kamu dan aku
yang tak melulu tentang keegoisan

tapi ini perkara
bagaimana kita menguatkan pundak masing-masing
untuk bisa saling menopang.
menyiapkah bahu masing masing untuk kuat 
jika lelah menghampiri
menyiapkan ruang hati
untuk terus saling memotivasi
menyiapkan segudang rasa
untuk nanti bisa saling meleburkan

ini hanya perkara 
SATU KATA
Rindu
untuk kamu 
+Bang Hardi 


ahhh
kamu tahu kan bagaimana rasanya bermain hati...
kamu tahu kan bagaimana rasanya tiba-tiba darah mengalir dengan deras
degup jantung yang semakin kencang
keringat dingin
kikuk
dan keanehan lainya
yang tidak tahu penyebabnya....
semoga semua itu pertanda baik
bukan karena kena virus merah jambu yang kita belum mampu melawanya
yang kita belum punya imun untuk menjadikanya netral.

kamu tahu....
saat rasa itu pernah hadir
lalu kemudian berlalu
dan tiba-tiba ada hal yang tiba tiba hadir dan mengusik
ya
rasa kepo
pengen tahu
hanya sekedar ingin tahu
ingin tahu perihalmu
ya
perihal
Bagaimana Kabarmu ....
hanya itu...

namun sebagian orang lagi akan ke gran berasa masih ada sisa
masih ada serpihan-serpihan yang tersimpan rapi...
begitulah....

boleh jadi
baru sebatas move on
belum move off
sehingga pertanyaan bagaimana kabarmu itu selalu hadir

bukan rasa ingin tahu itu juga patut dipertanyakan.....

terus jika sudah tahu mau apa....
baper kan jadinya
:D :D ;D
WKWKKKW

maanusia memang acapkali kalah dengan logika
saat rasa yang terlalu dominan

berhentilah
berhentilah
Allah tidak menyukai ini

bangkit dan buang semua rasa kepo kepo tidak jelas itu saudariku....
biarkanlah ia larut dan mengalir bersama derasnya air hujan yang membasahi bumiii

yakinlah Allah akan menggantinya dengan yang jauhhhh lebih baik
Diam ....
terlalu sulit unutk didefenisikan.
tapi yang jelas diam tidak berarti kita menarik diri dari sekitar.
acapkali kita berada dilingkungan yang ramai dan kita saling mengenal satu sama lain.... namun tetap saja diam menjadi pilihan.

dalam setiap kesempatan untuk memilih atau melakukan suatu tindakan biasanya akan ada banyak pertimbangan yang masing masing orang terkadang berfikir dengan ringan namun sebagian lagi memerlukan waktu yang lama...

saat memilih diam pun juga begitu...
diam itu saat merasa menyukai atau membenci sesuatu
saat tak ingin mengikuti arus atau yang lainya

sebagian dari kita juga kadang memilih diam
yahhh karena sedang ingin diam saja...
tanpa perlu alasan.

diam juga menjadi alternatif yang paling ampuh saat kamu disudutkan dengan banyak peroalan
saaat seolah-olah semua tuduhnan ada bersama kamu
saat semua kesalahan dibebankan kepundakmu
ya
semuanya
dan kamu tidak punya pilihan sama sekali untuk melakukan pembelaan atau pembenaran

maka diam menjadi pilihan yang paling bijak pada saat itu.
biarkan orang sekitarmu menilai dibalik diam mu.


lalu...
bolehkah memilih diam saat terjadi keburukan disekitar?
jika tak mampu... maka selemah-lemah iman iyalah dengan mendoakan dalam diam...
diam diam mendoakan,
tentu saja mendoakan dalam perkara yang baik baik.
doa yang dilakukan dengan ikhlas untuk kebaikan orang lain secara diam-diam
menjadi doa yang tanpa disadari sejatinya juga mendoakan diri sendiri.

maka mulailah diam-diam berdoa.
jangan hanya memilih diam tanpa bertindak,
karena dalam diam sekalipun kita masih bisa saling berbagi,
iyaaa berbagi doa.


Assalamualaikum nak...
dear ananda bunda yang tersayang...
hari ini usia mu 5 tahun 4 bulan. semakin bertumbuh fisik dan perkembangan imajinasimu nak.
sudah semakin banyak pula yang bunda harus pelajari tentang tumbuh kembangmu. sudah mendekati fase akhir balihmu nak. yach menjelang 7 tahun sudah. ada rasa cemas dan khawatir menyelimuti. sanggupkah bunda dan ayah mendidik dan membimbingmu untuk memahami bahwa pada usia tersebut ananda sudah punya kesadarn kemandirian sendiri sebagai seorang muslim.

bunda menyadari betul ada mase perkembanganmu yang tak mampu bunda dampingi... fase emasmu yang bunda lewakan karena pilihan yang sudah diputuskan. semoa kelak engkau mengerti nak, dan mau memaafkan ayah dan bunda atas semua pilihan yang kami putuskan bersama.

dear mas Fatih yang sebentar lagi akan menjadi kakak. tepat saat usia ananda nati 5,5 tahun. tumbuhlah menjadi kakak yang bisa jadi suritauladan untuk adik-adikmu ya nak. bunda dan ayah menyanyangimu dengan sepenuhnya. bunda dan ayah menumpuhkan banyak harapan kebaikan atasmu ananda. iyahh dipundakmu ananda bunda.

bertumbuhlah dengan banyak kebaikan ya nak....
peluk cium bunda dari jauh nak..
semoga cukup didunia saja kita LDR... semoga nanti diakherat Allah menyatukan kita di surganya.

maka jika ada keromantisan yang indah adalah romantisme dalam merindui berjumpa dengan mu dan ayah.
romantisme merindu untuk segera berkumpul bersama.
😓😓😓😓😓
Berat ya....
Ah main api emang bakal nimbulin asap.
Mau dipadamkan juga tetep meninggalkan asap n abu.
Sama sama sisa yg memilukan 😆😆😆😆.
Pahittttt. Butuh hujan dg intensitas yg luar biasa untuk menghapusnya....
Untuk membuatnya hilang tak bersisa.

Ibarat menanam rasa .... udah tumbuh tempat menanam ... eitsss yg menanam malah lupa.

Sakitnya 
Buanget man.
Perihnya itu ngalahin luka memar yg di derita ibu hamil.

Melenggang seolah g terjadi apa apa
Harus kuat.

Kadang rasa itu kejemmmmm banget ya.

Beuhhhhhh nengalahkan kejamnya sembilu untuk khitan seorang muslim

Itu kenapa jika belum mantab jangan coba menanan.... entah apalah itu namanya.
Perrmpuan ... rasa yach paling sensi.
Mainnya perasaan man.... bukan logika.
Bisa seumur hidup menancapkan sakit hatinya.
Kebawa mati malah.

Arghhhh .... perempuan
Kuat sih....
Tapi tidak untuk masalah hati.
Kuat sih ....
Tapi tidak untuk berbagi
Kuat sih ....
Tapi tidak untuk ... soal kesalahan lelaki.

Jangan kira bakal seperti membalik telapak tangan
Nggak banget man.

Jangankan dengan yg nanemin dan numbuhin rasa
Dengan sahabat karib aja bisa begitu.

Kalo istilah biologi 
Yachhhh biarin dah tetep jadi RNA dari pada buru buru jd DNA kemudian dilepasin g jelas.
Atau bermain citra layaknya panggung politik. 😜😜😜😜😜.

Laki laki....
Jangankan di dunia nyata
Dalem rahim aja udah bisa PHP
😔😔😔😔😔😔.

Menyembunyikan aurat dg melipat.... dikira perempuan. Pas lahir lelaki.
😂😂😂😂😂.
Jadi yo wesss gitu. 

😅😅😅😅😅😅



Jadilah seperti Zubair bin Awwam. Ia adalah sosok pemuda teman diskusi Rasulullah, anggota pasukan berkuda, tentara yang pemberani, pemimpin dakwah Islam di zamannya dalam usia 15 tahun.
Jadilah laksana Thalhah bin Ubaidillah, seorang pembesar utama barisan Islam di Makkah, singa podium yang handal, pelindung Nabi saat perang Uhud berkecamuk dengan tujuh puluh luka tusuk tombak, donator utama fii sabilillah, mendapat julukan dari Rasulullah: Thalhah si pemurah, Thalhah si Dermawan di usianya yang masih sangat muda.
Juga Sa’ad bin Abi Waqash, seorang ksatria berkuda Muslimin paling berani di saat usianya baru menginjak 17 tahun. Ia dikenal sebagai pemanah terbaik, sahabat utama yang pertama kali mengalirkan darahnya untuk Islam, lelaki yang disebut Rasulullah sebagai penduduk surga.
Zaid bin Tsabit, mendaftar jihad fii sabilillah sejak usia 13 tahun, pemuda jenius mahir baca-tulis. Hingga Rasulullah bersabda memberi perintah: “Wahai Zaid, tulislah….”. Ia mendapat tugas maha berat, menghimpun wahyu, di usia 21 tahun.
Juga Usamah bin Zaid, namanya terkenal harum sejak usia 12 tahun, mukmin tangguh dan muslim yang kuat, Rasulullah menunjuknya sebagai panglima perang di usianya yang ke-20 dan memimpin armada perang menggempur negara adikuasa Romawi di perbatasan Syiria dengan kemenangan gemilang.

Duhai ananda Bunda Muhammad Fatih Ath-Thabari


#doacopasfbTikaDwiLestari





UN kebijakan manusiawi atau Tidak ?
Oleh : Merri Sri Hartati

 “Jangan menilai ikan dari cara ia memanjat pohon,
 jika demikian ikan tersebut akan merasa bodoh seumur hidupnya “
(Albert Einstein)
“ Padi tidak akan pernah dapat menghasilkan gandum” (Ki Hajar Dewantara)

            Manusia adalah makhluk hidup yang paling dinamis di muka bumi ini, selalu menciptakan hal-hal yang baru serta belajar pula hal-hal yang baru. Dalam pandangan agama Islam, manusia diciptakan dengan tujuan yang begitu luar biasa, menjadi Khalifatullah (Wakil Tuhan) diatas muka bumi ini. Dalam pandangan Kristen, manusia adalah citra Tuhan di muka bumi ini. Setidaknya semua agama bersepakat bahwa manusia diciptakan dengan sebuah tujuan yang besar, bukan sebuah kebetulan tanpa tujuan dan tanpa arah. Maka sejatinya pendidikan adalah sarana untuk mengarahkan manusia menjadi khalifatullah ataupun citra Tuhan yang baik di muka bumi ini. Atau secara ringkasnya tujuan pendidikan harus sejalur dengan tujuan penciptaan manusia di muka bumi.
            Kita manusia yang beriman pasti tahu bahwa Tuhan yang kita sembah apapun namanya adalah suatu entitas yang Maha Sempurna dan ia tidak pernah menciptakan sebuah produk gagal. Sesuatu yang kita pandang sebagai sebuah kegagalan atas ciptaan-Nya adalah kegagalan kita dalam memahami produk ciptaannya. Maka jika kita berangkat dari premis ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada anak yang bodoh. Hal ini disetujui oleh ilmuwan besar abad ini, Albert Einstein. Setiap anak cerdas, namun kitalah yang bodoh untuk menemukan dan memunculkan kecerdasan mereka.
            Howard Gadner, seorang sarjana dari Harvard university menyatakan bahwa manusia memiliki banyak kecerdasan dalam dirinya. Setidaknya ada delapan kecerdasan yang ia tuliskan diantaranya adalah : kecerdasan bahasa, kecerdasan musik, kecerdasan intra-personal, inter-personal, kecerdasan kinetik, kecerdasan sosial, self inteligence dan kecerdasan visual. Ketika kita bertanya mana yang lebih pintar Erwin Gutawa atau Habibie ? maka kita akan menjawab Habibie lebih pintar daripada Erwin Gutawa. Mengapa ? karena mindset kita dari zaman dulu sudah terbentuk seorang yang pintar adalah orang yang ahli dalam matematika dan logika. Padahal kita tahu Erwin Gutawa juga cerdas namun dalam bidang yang berbeda dengan Habibi yaitu musik.
            Celakanya inilah yang diadopsi oleh pengambil kebijakan kita dalam bidang pendidikan dengan penyelenggaraan Ujian Nasional. Beberapa pelajaran dijadikan tolak ukur manusia itu sukses atau tidak, bodoh atau tidak, gagal atau tidak. Tentu saja ini tidak fair. Hal ini mengakibatkan mata pelajaran yang di UN kan mendapatkan porsi atau jam pelajaran yang besar. Sedangkan mata pelajaran seperti Seni dan Prakarya hanya mendapatkan jam pembelajaran yang sedikit sekali. Anak dijejali dengan berbagai macam ragam ilmu yang mungkin ia tidak tahu untuk apa ilmu ini di masa depan, dijejali dengan berbagai macam ragam teori seolah teori yang ia hafalkan itulah yang menjadi penentu masa depannya. Di sisi lain kita abai dengan hal yang paling urgen dalam pendidikan kita yaitu karakter. Karakter inilah yang lebih banyak menentukan sukses ataukah tidak anak didik kita selepas ia menjalani pendidikan nanti, bukan berapa banyak ilmu yang dihafalkannya yang kemudian lenyap tak berbekas.
            Maka penting sekali sebenarnya merenung kembali tentang pendidikan di Indonesia bukan dari UN nya justru dari hulu segala masalah yaitu apa hakikat pendidikan di Indonesia. Percayalah, dari buku setebal ratusan jilid yang ditulis oleh Ki Hajar Dewantara tidak akan kita temukan ukuran kesuksesan pendidikan adalah akademik belaka. Sebaliknya Ki Hajar lebih menekankan pada penanaman karakter siswa yang baik berbasis pada kearifan budaya ? jika bukan Ki Hajar yang kita ikuti dan kita dapuk sebagai Bapak pendidikan bangsa ini sesungguhnya siapa yang kita ikuti ?
            Pemerintah mengadakan UN setidaknya dengan berbagai macam alasan. Diantaranya adalah : (1) mengukur pencapaian hasil belajar siswa, (2) mengukur mutu pendidikan di tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota, dan sekolah, dan (3) mempertanggungjawabkan penyelenggaran pendidikan secara nasional, provinsi, kabupaten/kota, sekolah, kepada masyarakat. (Kartowagiran, 2005 : 8). Dalam PP. no. 19/2005, Pasal 68 disebutkan bahwa hasil ujian nasional digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk: (i) pemetaan mutu program dan/satuan pendidikan (ii) dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya, (iii) penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan, dan (iv) pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan.(Asiah & Ainur Rofiq, 2011 : 76).
            Secara garis besar kebijakan mengenai Ujian Nasional, tertuang dalam peraturan-peraturan berikut ini :
1.      Keputusan Mendiknas Nomor 012/U/2002 tentang Sistem Penilaian di Sekolah Dasar, Sekolah Dasar Luar Biasa, Sekolah Luar Biasa Tingkat Dasar, dan Madrasah Ibtidaiyah pasal 3 ayat (1) menyebutkan bahwa jenis penilaian di sekolah terdiri dari penilaian kelas dan ujian. Dalam ayat (3) disebutkan bahwa penilaian dilakukan melalui tes tertulis, tes lisan, tes perbuatan/praktek, pemberian tugas, dan kumpulan hasil kerja siswa (portfolio). Selanjutnya dalam ayat (4) pasal 3 itu juga dijelaskan bahwa penilaian kelas dan ujian meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.
2.      Dalam ayat (2) pasal 58 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan 4 bahwa evaluasi peserta didik, satuan pendidikan, dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistematik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan.
3.      ayat (3) pasal 3 Kep. Mendiknas Nomor 012/U/2002 yang menyatakan : Penilaian dilakukan melalui tes tertulis, tes lisan, tes perbuatan/praktek, pemberian tugas, dan kumpulan hasil kerja siswa (portfolio).
4.      ayat (1) pasal 58 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa Evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. (Kartowagiran, 2005 : 3-4)
      Ciri-ciri yang harus dimiliki setiap kebijakan, menurut Terry adalah bahwa setiap kebijakan yang ditetapkan haruslah:
a)      Jelas rumusan dan batasbatasnya (clarity);
b)       Luwes dalam penggunaan (flexibility), namun tidak melanggar prinsip;
c)      Konsisten (consistency), konsekuen, tidak berubah-ubah;
d)     Individualitas (individuality), Dalam arti setiap kebijakan hanya untuk memecahkan masalah tertentu saja.
(Terry  , 1963 : 187)
            Kebijakan pemerintah merupakan suatu kerangka yang di dalamnya terdiri dari keputusan-keputusan. Kebijakan yang dibuat oleh pemerintah kalau perlu dalam pelaksanaannya dapat dipaksakan. Adapun proses analisis kebijakan dilakukan secara bertahap melalui:
a.       Perumusan kebijakan (policy formulation)
b.      Pelaksanaan kebijakan (policyiimplementation)         
c.       Penilaian kebijakan (policy evaluation)
d.      Pengakhiran kebijakan ( Ibnu Syamsi dalam Asiah dan Asiah & Ainur Rofiq, 2011 : 79)
            Dalam Studi Analisis Kebijakan Publik, maka salah satu cabang bidang kajiannya adalah Evaluasi Kebijakan. Mengapa Evaluasi Kebijakan dilakukan, karena pada dasarnya setiap kebijakan negara (public policy) mengandung resiko untuk mengalami kegagalan. Abdul Wahab mengutip pendapat Hogwood dan Gunn (1986), selanjutnya menjelaskan bahwa penyebab dari kegagalan suatu kebijakan (policy failure) dapat dibagi menjadi 2 kategori, yaitu: (1) karena “non implementation” (tidak terimplementasi), dan (2) karena “unsuccessful” (implementasi yang tidak berhasil). (Wahab, 1990 : 47-48)
            Tidak terimplementasikannya suatu kebijakan itu berarti bahwa kebijakan itu tidak dilaksanakan sesuai dengan yang direncanakan. Sedangkan implementasi yang tidak berhasil biasanya terjadi bila suatu kebijakan tertentu telah dilaksanakan sudah sesuai rencana, dengan mengingat kondisi eksternal ternyata sangat tidak menguntungkan, maka kebijakan pendidkan tersebut tidak dapat berhasil dalam mewujudkan dampak atau hasil akhir yang telah dikehendaki. Biasanya kebijakan yang memiliki resiko untuk gagal disebabkan oleh faktor-faktor diantaranya: pelaksanaannya jelek (bad execution), kebijakannya sendiri itu memang jelek (bad policy) atau kebijakan itu sendiri yang bernasib kurang baik (bad luck). Adapun telaah mengenai dampak atau evalausi kebijakan adalah, dimaksudkan untuk mengkaji akibatakibat dari suatu kebijakan atau dengan kata lain untuk mencari jawaban apa yang terjadi sebagai akibat dari pada “implementasi kebijakan”. (Wahab, 1990 : 62)
            Dalam hal Ujian Nasional (UN), pemerintah secara tekhnis memandang dari angka – angka yang disodorkan dan hanya berfokus pada input data yang masuk mengenai hasil Ujian Nasional. Namun pemerintah seringkali abai dengan melihat proses menuju Ujian Nasional, sehingga Ujian Nasional dipandang sebagai titik puncak pendidikan yang menentukan sukses atau tidak anak didik.  Padahal tujuan sesungguhnya adalah evaluasi pendidikan secara menyeluruh termasuk dalam tahap proses. Kebijakan UN memberikan pressure terhadap kementerian Pendidikan Nasional yang kemudian berimbas pada Diknas kota, kepala sekolah dan berakhir pada guru. Hal ini terlihat dari kecurangan-kecurangan yang terjadi di lapangan dimana menyebarnya kunci Ujian Nasional serta munculnya tim “pensuksesan” Ujian Nasional di masing-masing sekolah. Di sisi lain, guru melakukan pengkatrolan nilai raport siswa yang jelas-jelas hal ini merupakan perbuatan yang tidak fair. Jadilah Ujian Nasional yang awalnya merupakan evaluasi pendidikan berubah menjadi semacam pressure “harus sukses dengan cara apapun”. Belum lagi pelaksanaan Ujian Nasional yang bermasalah. Data mencatat di tahun 2014 pelaksanaan UN terkesan amburadul. Dimana soal Ujian Nasional terlambat dan kurang bahkan ada yang di foto Copy. Hal ini menyebabkan beredar luasnya kunci jawaban di tengah-tengah para siswa ( Rahmadi, 2014 : 3).
            Dari Keputusan Mendiknas Nomor 012/U/2002 pasal 3 ayat 1 dinyatakan bahwa penilaian tidak hanya berfokus pada ranah kognitif semata namun juga penilaian berdasarkan psikomotor dan afektif. Namun, bentuk tes adalah tes tertulis, tes lisan, tes perbuatan/praktek, pemberian tugas, dan kumpulan hasil kerja siswa (portfolio). Bisakah penilaian afektif diberikan berupa angka-angka ?. Maka menurut penulis terjadilah semacam paradoks. Dus, kenyataannya pun yang penulis temui di lapangan, guru lebih menguji kemampuan kognitif siswa daripada afektif siswa.
            Salah satu masalah dari Ujian Nasional adalah standarisasi pendidikan. UN tidak akan pernah ideal jika proses pembelajaran juga tidak ideal ( Rahmadi, 2014 : 1). Kondisi pendidikan di jakarta berbeda dengan kondisi pendidikan di Bengkulu, baik di tingkat sarana dan prasarana, kualitas guru dan proses pembelajaran yang berlangsung. Dengan kondisi seperti ini apakah akan disamakan standarisasinya ? Lalu jika UN dinilai mampu untuk memetakan kualitas pendidikan di Indonesia, apakah ia mampu pula memetakan karakter siswa (ranah afektif) ? bukankah berita kriminal yang dilakukan oleh para pelajar kita lebih layak dipercaya sebagai tolak ukur kegagalan pendidikan karakter kita daripada Ujian Nasional ?
            Dari uraian di atas dapat dijabarkan beberapa hal diantaranya adalah :
1.      Permasalahan yang lebih besar dari permasalahan UN adalah  masalah pendidikan di Indonesia, mau dibawa kemana dan hendak kemana. Penulis beranggapan bahwa ada dua hal pokok yang menjadi permasalahan penting yang perlu dijawab oleh pendidikan kita. Pertama , masalah karakter yang semakin lama semakin tergerus dan yang kedua, adalah masalah pengangguran terdidik yang angkanya semakin membengkak. Di wilayah provinsi Bengkulu sendiri tercatat pada tahun 2012 pengangguran terdidik (Sarjana ) tercatat 3.600 Jiwa. Hal ini makin membengkak saat memasuki tahun 2015 dengan jumlah 11.500 jiwa dan agustus 2016 tercatat sebanyak 11.994 jiwa (Rakyat Bengkulu, jum’at 18 November 2016 hal 1). Untuk mengurangi angka pengangguran, tidak bisa kita hanya sekedar menyiapkan tenaga kerja siap pakai. Jauh lebih dari itu, perlu dicetak wirausahaawan-wirausahawan muda yang membuka lapangan pekerjaan. Sayangnya pendidikan kita amat minim menyiapkan itu semua.
2.      Untuk mengatasi kesenjangan pendidikan antar daerah, perlu  klusterisasi pelaksanaan UN berdasarkan tingkat deliverance (penyampaian materi), ketersediaan sarana penunjang, dan indeks pembangunan manusia (IPM) daerah tersebut.
3.      Jika pelaksanaan UN menjadi momok bagi jatuhnya karakter dan mental kepala sekolah, guru, siswa salah satunya karakter jujur, maka sudah sepantasnya UN dicabut pelaksanaannya digantikan dengan Ujian Sekolah Berbasis Nasional. Perlu ditegaskan bahwa pembentukan karakter lebih diutamakan daripada kemampuan kognitif dan pengetahuan siswa.

Referensi


Asiah, Siti dan Ainur Rofiq. Analisis kebijakan ujian nasional tingkat sekolah menengah kejuruan (SMK). edukasi, 76 Vol. 3, No. 1, Maret 2011: 75 – 92

Chatib, Munif. 2011. Gurunya Manusia, Menjadikan Semua Anak Istimewa dan Semua Anak Juara. Bandung : Kaifa

Kartowagiran, Badrun. 2005.  analisis kritis terhadap kebijakan pemerintah  dalam bidang evaluasi hasil belajar. Makalah untuk Dinamika

Rahmadi, Anton. 2014. Ujian Nasional : Sebuah Kebijakan yang tidak bijak. Makalah tidak diterbitkan




Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

ABOUT ME

Merri Sri Hartati.

Cari Blog Ini

POPULAR POSTS

  • MENULIS KEBAIKAKAN
  • Berbaik Sangka, Berdamai dalam kebaikan
  • (tanpa judul)
  • Kendaraan Berbeda dengan Tujuan yang sama
  • Menumpuk Rindu
  • ini tentang Rindu "Muhammad Fatih Ath-Thabari"
  • laki laki itu ....
  • warna warni
  • (tanpa judul)
  • PEREMPUAN By Jayaning Hartami

Categories

  • inspirasi

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

  • ▼  2021 (1)
    • ▼  Desember (1)
      • ▼  Des 25 (1)
        • Sampah dan Objek Wisata Pantai Zakat Bengkulu25 De...
  • ►  2019 (4)
    • ►  Maret (4)
      • ►  Mar 29 (1)
      • ►  Mar 28 (1)
      • ►  Mar 24 (1)
      • ►  Mar 16 (1)
  • ►  2018 (2)
    • ►  Agustus (2)
      • ►  Agu 29 (2)
  • ►  2017 (10)
    • ►  Maret (3)
      • ►  Mar 12 (3)
    • ►  Januari (7)
      • ►  Jan 30 (1)
      • ►  Jan 29 (1)
      • ►  Jan 27 (1)
      • ►  Jan 22 (1)
      • ►  Jan 14 (1)
      • ►  Jan 13 (1)
      • ►  Jan 08 (1)
  • ►  2016 (28)
    • ►  Desember (5)
      • ►  Des 10 (2)
      • ►  Des 05 (1)
      • ►  Des 03 (1)
      • ►  Des 01 (1)
    • ►  November (8)
      • ►  Nov 30 (1)
      • ►  Nov 29 (1)
      • ►  Nov 26 (1)
      • ►  Nov 21 (3)
      • ►  Nov 20 (2)
    • ►  Oktober (2)
      • ►  Okt 27 (1)
      • ►  Okt 17 (1)
    • ►  September (2)
      • ►  Sep 22 (2)
    • ►  Agustus (2)
      • ►  Agu 03 (2)
    • ►  Juli (2)
      • ►  Jul 29 (1)
      • ►  Jul 25 (1)
    • ►  Maret (4)
      • ►  Mar 16 (1)
      • ►  Mar 10 (1)
      • ►  Mar 08 (1)
      • ►  Mar 03 (1)
    • ►  Februari (2)
      • ►  Feb 23 (1)
      • ►  Feb 18 (1)
    • ►  Januari (1)
      • ►  Jan 01 (1)
  • ►  2015 (13)
    • ►  Desember (6)
      • ►  Des 28 (1)
      • ►  Des 27 (2)
      • ►  Des 25 (1)
      • ►  Des 17 (1)
      • ►  Des 11 (1)
    • ►  November (2)
      • ►  Nov 29 (2)
    • ►  September (1)
      • ►  Sep 07 (1)
    • ►  Februari (2)
      • ►  Feb 23 (2)
    • ►  Januari (2)
      • ►  Jan 09 (2)

Daftar Blog Saya

  • Historia Vitae Magistra
    SEJARAH DAN POLEMIK PENAFSIRAN MASA LALU

About Me


Merri Sri Hartati Bundanya Fatih, Syamsa & Aizh

Popular Posts

  • MENULIS KEBAIKAKAN
  • Berbaik Sangka, Berdamai dalam kebaikan
  • (tanpa judul)

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates